Sabtu, 22 November 2014

Modul 3



MODUL 3
INSTALASI DAN PENGENALAN OS UBUNTU
I.                   TUJUAN
1                              Praktikan dapat melakukan instalasi operating system (OS) Linux.
2                          Praktikan  dapat  mengetahui  bagaimana  caranya  mempartisi  harddis.
                   Praktikan dapat mengenal dan menggunakan  Linux. 
                    Praktikan dapat mengetahui bagaimana caranya bekerja Linux.

II.                TEORI DASAR
Linux adalah sebuah system operasi yang merupakan kembangan dari unix. System operasi linux diciftakan oleh seorang mahsiswa bernama linus b.torvald dari sebuah universitas Helsinki di firlandia. Linus menciftakan linux karena keinginan untuk memiliki unix tidak tercapai dikarenakan unix pada waktu itu hanya digunakan oleh badan meliter.
Linux berlisensi GPL (GNU Public Licenci). Hal inilah yang menyebabkan system operasi linux gratis dan bebas untuk mengkopinya. System operasi linux memiliki banyak kelebihan yang dapat menggeser kepopuleran windows,. Diantaranya adalah :
1.      Kelengkapan software pendukung dalam setiap paket linux gratis.
2.      Tidak mengenal virus, kalaupun ada itu adalah malicianous scrip.
3.      Handal dan powerfull dalam jaringan dan pemrograman.
4.      Open source, sehingga kita bebas untuk mengkopi dan memodifikasi source code nya.
System operasi linux juga tidak mengenal  adanya driver seperti pada windows, tetapi semua dibaca dalam bentuk file. File dalam linux tersusun dari :
1.      /                 = hirarki tertinggi dalam linux.
2.      /root           = merupakan menajmen dari root.
3.      /etc            = berisi file program yang bias di komfigurasi.
4.      /home        = berisi data user.
5.      /dev           = berisi devise yang terinstal.
6.      /mnt           = tempat file mount dari device yang bukan file system linux.
7.      /media       = device yang bersifat removeable.
8.      /initrd        = konfigurasi awal saat instalasi.
9.      /lib             = library untuk aplikasi terinstal.
10.  /prog          = berisi file yang dibutuhkan oleh kernel.
11.  /usr = berisi file yang dijalankan baik biner maupun scrip.
12.  Dll

III.             ALAT DAN BAHAN
1.      Komputer
2.      USB/CD Booting Linux
IV.             RANGKAIAN PERCOBAAN
1.      Persiapan Instalasi
2.      Proses Instalasi
3.      Pengenalan Linux

V.                LANGKAH PROSEDUR RANGKAIAN PERCOBAAN

A.    PERSIAPAN INSTALASI
Langkah   pertama   sebelum   menginstal   Linux  adalah   mencatat semua informasi yang berhubungan dengan computer yang ak    an di install.
1.      Spesifikasi Hardware
Berikut ini spesifikasi hardware minimal untuk menginstal Ubuntu :

·         Prosesor  Pentium  I 200 MHz,  disarankan  minimal  Pentium  III atau yang setara.
·         RAM 128 MB, disarankan minimal 256 MB.
·         Harddisk kosong 1 GB untuk sistem dan swap, disarankan minimal 3GB. Instalasi semua paket akan mencapai lebih dari 9 GB.
·         VGA dengan memori 1 MB
·         Monitor dengan resolusi 800 x 600.

2.      Membuat Boot Disk Windows
Disk Windows diperlukan jika proses instalasi dilakukan pada komputer yang sudah ada OS lain, misalnya XP. Data yang ada akan diamankan atau ingin  memiliki  dual  boot  system,  Linux  dan  windows.  Juka  Windows belum  ada,  sementara  dua-duanya  diinginkan,  maka  Windows  harus  di instal lebih dulu, kemudian Linux.
Salah satu data penting di Windows adalah isi master boot record (MBR) di harddisk. MBR sebaiknya di-backup, untuk jaga-jaga apabila ingin mengakses windows setelah menginstal linux.
3.      Menyimpan data ke harddisk lain atau ke CD/DVD-R/RW
4.      Memanfaatkan CD-1 untuk mem-backup.

B.     PROSES INSTALASI
1.      Masukkan CD Installer Ubuntu 8.04 ke CD Rom/ Rom Drive, lalu restart PC atau Notebook.  Jangan  lupa  sebelumnya  setting  BIOS  agar  booting pertama kali menggunakan CDROM. Setelah proses booting akan muncul pilihan bahasa, kemudian Pilih Bahasa yang ingin digunakan, disarankan memilih default bahasa installer yaitu English (membingungkan memakai kata-kata teknik yang di Indonesiakan contoh kata yang susah dipahami : papan bilah = toolbar, unduh=download, dan sebagainya).
2.      Kemudian   pilih   install   Ubuntu”   yang   berada   di  baris   kedua   opsi penginstallan.
3.      Tunggu CD installer Loading sampai selesai lalu pilih bahasa yang ingin digunakan selama instalasi, pilih saja di bagian kiri dari jendela, lalu klik forward
4.      Pada layar selanjutnya  akan muncul Peta dunia, tentukan  lokasi dimana kamu berada, dan ini akan menentukan Jam dan Tanggal komputer kamu, pilih Jakarta untuk WIB, Makassar untuk Wita, dan Jayapura untuk WIT, klik forward”
5.      Memilih keyboard, secara default keyboard akan memilih US. english, dan mayoritas keyboard komputer yang beredar di Indonesia menggunakan Layout   ini,   kalau   masih   belum   yakin   boleh   mencoba   mengetikkan beberapa  tombol  di  bar  yang  telah  disediakan  di  bagian  bawah  layar, setelah yakin klik forward”
6.    Langkah  berikut  ini biasanya  menjadi  momok  bagi  yang baru  nginstall linux, karena kalo salah klik bisa memformat Hardisk kita, dan kita tahu apa akibatnya jadi sebelum melakukan instalasi Back-Up lah data2 penting anda ke DVD atau FD atau HD external, pada layar ini akan muncul 3 opsi yaitu :
a.       “Guided  - resize  the partition  and use the freed  space:  kalau  kamu memiliki OS Redmond (Micro$oft Windoooz) dan masih ingin tetap terinstall di Hardisk kamu maka pilihlah opsi ini.
b.      Guided - use entire disk : Kalau Hardisk kamu baru, atau ingin menghapus semua OS yang sebelumnya terinstall dan data-data didalamnya, maka pilihlah opsi ini.
c.       Manual” : opsi ini dipilih jika tidak ada OS yang sebelumnya terinstall, dan tidak ada data penting, sama seperti opsi kedua, namun opsi ketiga ini kita bebas menentukan besaran (kapasitas) hardisk yang ingin kita gunakan:  bagi  yang  ingin  menggunakan  opsi  ini  harap  mengikuti panduan berikut :

Membuat partisi root
Pilih partisi di hardisk tertentu  yang akan dipakai  untuk Ubuntu yang  baru  akan  diinstall,  klik  delete  partition”  maka  partisi tersebut akan menjadi free Partition
Untuk hardisk baru yang belum dilformat maka akan secara default menjadi free partition
Lalu pilih partisi tersebut dan klik New Partition untuk membuat partisi root yang baru, untuk Type For the New partition pilih Primary, lalu tentukan Kapasitas yang kan kita alokasikan pada tab size dalam MB, sebagai contoh ketik 3000=3GB, 5000=5GB dan seterusnya, lewatkan opsi Location dan Use as (biarkan secara Default) lalu pilih Mount Point di /.

Membuat partisi home (optional boleh dibuat boleh tidak)
Sama seperti membuat partisi root, hanya untuk Type for the New Partition sebaiknya pilih logical bukan primaryDan untuk Mount Point pilihlah home.

Membuat partisi swap
Sama seperti membuat partisi sebelumnya, dengan pilihan Type for the New partition di logical”
Untuk size maka sangat dianjurkan sebesar 2x RAM, kalau punya Ram 512 MB, berarti size partisi swab kita adalah 1024MB Untuk Mount Point pilih swap.
Setelah  itu  klik  forward,  dan  sekali  lagi  kami  ingatkan  bahwa partisi yang kita buat nanti akan diformat, dan datanya tidak dapat terrecover lagi jadi pastikan data penting anda sudah di Back-Up.

7.      Mengisi profil pilih real name, terserah saja, untuk menentukan username dan password login ke ubuntu kamu,  klik forward. Ubuntu Siap untuk Diinstall Ready to Install klik install
8.      Ubuntu  akan  menyelesaikan  proses  penginstalan  kurang  dari  10  menit tergantung  dari spek PC atau Notebook kamu ( Notebook  saya speknya Pentium M Centrino 1.73GHz, Ram 1GB). Tunggu sampai muncul jendela konfirmasi Instalasi success seperti dibawah ini lalu klik Restart NowSELAMAT  UBUNTU  8.04  SUDAH  TERINSTALL,   loginlah  dengan username dan password yang telah kamu pilih, jangan sampai lupa. Lakukan Modifikasi,  dan Instalasi  lebih lanjut agar Ubuntu Kamu lebih Powerfull di kategori Setelah Instalasi.

C.    PENGENALAN LINUX
1.      MEMULAI  BEKERJA DENGAN LINUX

Proses  login,  digunakan  untuk  mengatur  hak akses  pada  sistem, untuk  memelihara  keamanan  sistem,  dan  berbagai  keperluan  lainnya. Setiap user mempunyai hak akses yang berbeda-beda. Anda sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan user root untuk aktivitas sahari-hari.
1.      Masuk  ke Sistem  Linux  bila Anda menghendaki  login  secara  grafis atau X-Window.
2.      Bekerja di Desktop Linux
3.      Keluar dari Sistem Linux

Jika  sudah  berada  dalam  sistem  dan  sudah  bekerja  di  dalam  sistem, kemudian berkeinginan untuk mengakhirinya, Anda juga harus bisa keluar sesuai dengan aturannya.


2.      FILE MANAGER

File manager adalah fasilitas dari X Window yang sangat berguna untuk mengelola file atau dokumen. Mirip dengan kegunaan Windows Explorer pada Microsoft Windows. Dengan   file manager ini, kita dapat dengan mudah :
·         Beralih antar blok device
·         Membuat direktori atau folder
·         Mengopi file/dokumen/folder.
·         Mengubah nama file/dokumen/folder
·         Menghapus file/dokumen/folder
·         Membuka suatu folder atau program
·         Menjalankan program
·         Membuat Shortcut File Folder
·         Dan sebagainya


Berikut ini penjelasan masing-masing direktori :
Direktori
Keterangan
/
Direktori root, induk bagian teratas hierarki direktori
/bin
Tempat menampung perintah (executable) linux standar
/usr
Berisi semua program aplikasi
/home
Direktori pribadi untuk tiap-tiap user
/mnt
Mengakses floppy dan cdrom
/selinux
Berisi konfigurasi untuk security fedora
/etc
Tempat menampung file konfigurasi dan sistem administrasi
/dev
Berisi informasi seluruh piranti sistem (khusus peripheral)
/tmp
Berisi file-file sementara
/lib
Share library
/boot
Untuk menyimpan kernel bagi linux

3.      BEKERJA DI TERMINAL ATAU CONSOLE
Selain  bekerja  dengan  modus  grafis,  Anda  juga  dapat  bekerja dengan  modus  teks  di  lingkungan   X  Window.   Untuk  mengaktifkan emulasi  terminal  console  di  desktop,  Anda  dihadapkan  pada  terminal console dari user yang sedang login saat ini.
Apabila Anda memilih terminal atau console, maka muncul prompt/shell, sesuai dengan nama user yang sedang login. Misalnya user
imi, bentuk promp-nya menggunakan tanda dolar ($).

Bila Anda menghendaki  login dengan terminal super user (root), Anda dapat mengubah user tersebut dengan memberikan perintah su, sehingga akan  meminta Anda untuk memasukkan password root. Setelah Anda memasukkan password dan menekan enter, muncul promp atau shell untuk user root, dengan tanda pagar (#).






















VI.             DAFTAR PUSTAKA
2.     chubbyz88.files.wordpress.com/2007/09/modul1.doc.