MODUL 3
INSTALASI DAN PENGENALAN OS UBUNTU
I.
TUJUAN
1 Praktikan dapat melakukan instalasi operating system (OS) Linux.
2 Praktikan dapat
mengetahui
bagaimana
caranya mempartisi harddis.
Praktikan dapat mengenal dan menggunakan
Linux.
Praktikan dapat mengetahui bagaimana caranya bekerja Linux.
II.
TEORI DASAR
Linux adalah sebuah system operasi yang
merupakan kembangan dari unix. System operasi linux diciftakan oleh seorang
mahsiswa bernama linus b.torvald dari sebuah universitas Helsinki di firlandia.
Linus menciftakan linux karena keinginan untuk memiliki unix tidak tercapai
dikarenakan unix pada waktu itu hanya digunakan oleh badan meliter.
Linux
berlisensi GPL (GNU Public Licenci). Hal
inilah yang menyebabkan system operasi linux gratis dan bebas untuk
mengkopinya. System operasi linux memiliki banyak kelebihan yang dapat
menggeser kepopuleran windows,. Diantaranya adalah :
1. Kelengkapan
software pendukung dalam setiap paket linux gratis.
2. Tidak
mengenal virus, kalaupun ada itu adalah malicianous scrip.
3. Handal
dan powerfull dalam jaringan dan pemrograman.
4. Open
source, sehingga kita bebas untuk mengkopi dan memodifikasi source code nya.
System
operasi linux juga tidak mengenal adanya
driver seperti pada windows, tetapi semua dibaca dalam bentuk file. File dalam
linux tersusun dari :
1. / = hirarki tertinggi dalam linux.
2. /root = merupakan menajmen dari root.
3. /etc = berisi file program yang bias di
komfigurasi.
4. /home = berisi data user.
5. /dev = berisi devise yang terinstal.
6. /mnt = tempat file mount dari device yang
bukan file system linux.
7. /media = device yang bersifat removeable.
8. /initrd = konfigurasi awal saat instalasi.
9. /lib = library untuk aplikasi terinstal.
10. /prog = berisi file yang dibutuhkan oleh
kernel.
11. /usr = berisi file yang dijalankan baik biner maupun
scrip.
12. Dll
III.
ALAT DAN BAHAN
1.
Komputer
2.
USB/CD Booting Linux
IV.
RANGKAIAN PERCOBAAN
1.
Persiapan
Instalasi
2.
Proses Instalasi
3.
Pengenalan Linux
V.
LANGKAH PROSEDUR RANGKAIAN PERCOBAAN
A.
PERSIAPAN INSTALASI
Langkah pertama sebelum menginstal Linux
adalah mencatat
semua informasi yang berhubungan dengan computer yang ak an
di install.
1.
Spesifikasi Hardware
Berikut
ini spesifikasi hardware minimal untuk menginstal Ubuntu :
·
Prosesor Pentium I 200 MHz,
disarankan
minimal Pentium
III atau yang setara.
·
RAM 128 MB, disarankan minimal 256 MB.
·
Harddisk kosong 1 GB untuk sistem dan swap, disarankan minimal 3GB. Instalasi semua paket akan mencapai lebih dari 9 GB.
·
VGA dengan memori 1
MB
·
Monitor dengan resolusi 800 x 600.
2.
Membuat Boot Disk Windows
Disk Windows diperlukan jika proses instalasi dilakukan pada komputer yang sudah ada
OS lain, misalnya XP. Data yang ada
akan diamankan atau ingin memiliki dual boot
system, Linux
dan windows.
Juka
Windows belum
ada, sementara
dua-duanya diinginkan,
maka
Windows
harus
di instal lebih dulu, kemudian Linux.
Salah satu data penting di Windows adalah isi master boot record (MBR) di harddisk. MBR sebaiknya di-backup, untuk jaga-jaga apabila ingin mengakses windows setelah menginstal linux.
3.
Menyimpan data ke harddisk lain atau ke CD/DVD-R/RW
4.
Memanfaatkan CD-1 untuk mem-backup.
B.
PROSES INSTALASI
1.
Masukkan CD Installer Ubuntu 8.04 ke CD Rom/ Rom Drive, lalu restart PC atau Notebook. Jangan lupa sebelumnya setting
BIOS agar booting pertama kali menggunakan CDROM. Setelah proses booting akan muncul
pilihan bahasa, kemudian Pilih Bahasa yang ingin digunakan, disarankan memilih default bahasa installer yaitu
English (membingungkan memakai kata-kata teknik yang “di Indonesiakan” contoh kata yang susah dipahami : “papan bilah = toolbar, unduh=download, dan sebagainya).
2.
Kemudian pilih “install Ubuntu”
yang
berada di baris
kedua opsi penginstallan.
3.
Tunggu CD installer Loading sampai selesai lalu pilih bahasa yang ingin
digunakan selama instalasi, pilih saja di
bagian kiri dari
jendela, lalu klik “forward”
4.
Pada layar selanjutnya akan muncul Peta dunia, tentukan
lokasi dimana kamu berada, dan ini akan menentukan Jam dan
Tanggal komputer kamu, pilih Jakarta untuk WIB, Makassar untuk Wita, dan Jayapura untuk WIT, klik “forward”
5.
Memilih keyboard, secara default keyboard akan memilih US. english, dan mayoritas keyboard komputer yang beredar di
Indonesia menggunakan
Layout ini, kalau masih
belum yakin boleh mencoba
mengetikkan beberapa
tombol di
bar yang telah
disediakan
di
bagian
bawah layar,
setelah yakin klik “forward”
6. Langkah berikut ini biasanya
menjadi
momok bagi yang baru nginstall
linux, karena kalo salah klik bisa memformat Hardisk kita, dan kita tahu apa akibatnya jadi sebelum melakukan instalasi Back-Up lah data2 penting anda ke DVD atau FD atau HD external, pada layar ini akan muncul 3
opsi
yaitu :
a.
“Guided - resize the partition and use the freed space”:
kalau kamu memiliki OS Redmond (Micro$oft Windoooz) dan
masih ingin tetap terinstall di Hardisk kamu maka pilihlah opsi ini.
b.
“Guided - use entire disk” : Kalau Hardisk kamu baru, atau ingin menghapus semua OS
yang sebelumnya terinstall dan data-data didalamnya, maka pilihlah opsi ini.
c.
“Manual” :
opsi ini dipilih jika tidak ada OS yang sebelumnya terinstall, dan tidak ada data penting, sama seperti opsi kedua, namun opsi ketiga ini
kita bebas menentukan besaran (kapasitas) hardisk yang
ingin kita gunakan: bagi
yang
ingin menggunakan opsi
ini harap mengikuti panduan berikut :
Membuat partisi root
Pilih partisi di hardisk tertentu yang akan dipakai
untuk Ubuntu yang baru akan
diinstall, klik “delete partition” maka partisi
tersebut akan menjadi ” free Partition”
Untuk hardisk baru yang belum dilformat maka akan secara default menjadi “free partition”
Lalu
pilih partisi tersebut dan
klik “New Partition” untuk membuat
partisi root yang baru, untuk Type For the New partition pilih Primary, lalu
tentukan Kapasitas yang kan kita alokasikan pada tab size dalam MB, sebagai contoh ketik 3000=3GB, 5000=5GB dan seterusnya, lewatkan opsi Location dan Use as (biarkan secara Default) lalu pilih Mount Point di “/”.
Membuat partisi home (optional – boleh dibuat boleh tidak)
Sama seperti membuat partisi root, hanya untuk Type for the New Partition sebaiknya pilih “logical” bukan “primary” Dan untuk Mount Point pilihlah home.
Membuat partisi swap
Sama seperti membuat partisi sebelumnya, dengan pilihan Type
for the New partition di “logical”
Untuk size maka sangat dianjurkan sebesar 2x RAM, kalau punya Ram 512 MB, berarti size partisi swab kita
adalah 1024MB Untuk Mount Point pilih swap.
Setelah itu klik forward,
dan
sekali lagi kami
ingatkan bahwa partisi yang kita buat nanti akan diformat, dan datanya tidak dapat ter”recover lagi” jadi pastikan data penting anda sudah di Back-Up.
7.
Mengisi profil pilih real name, terserah saja, untuk menentukan username
dan password login ke ubuntu kamu,
klik ”forward”.
Ubuntu Siap untuk Diinstall “Ready to Install” klik install
8.
Ubuntu
akan menyelesaikan
proses
penginstalan kurang dari
10
menit tergantung
dari spek PC atau Notebook kamu ( Notebook saya speknya Pentium M Centrino 1.73GHz, Ram 1GB). Tunggu sampai muncul jendela konfirmasi Instalasi success seperti dibawah ini lalu klik “Restart Now” SELAMAT UBUNTU
8.04 SUDAH TERINSTALL, loginlah dengan username dan password yang telah kamu pilih, jangan sampai lupa. Lakukan Modifikasi, dan Instalasi lebih lanjut agar Ubuntu Kamu lebih Powerfull di kategori Setelah Instalasi.
C.
PENGENALAN LINUX
1.
MEMULAI BEKERJA DENGAN LINUX
Proses
login, digunakan
untuk mengatur
hak akses
pada sistem,
untuk memelihara keamanan sistem, dan berbagai
keperluan
lainnya. Setiap user mempunyai hak
akses yang berbeda-beda. Anda sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan user root untuk aktivitas sahari-hari.
1. Masuk ke Sistem Linux
bila Anda menghendaki login
secara grafis atau X-Window.
2. Bekerja di Desktop Linux
3. Keluar dari Sistem Linux
Jika sudah berada dalam sistem dan sudah bekerja di
dalam sistem,
kemudian berkeinginan untuk mengakhirinya, Anda
juga harus bisa keluar sesuai dengan aturannya.
2. FILE MANAGER
File manager adalah fasilitas dari X Window yang sangat berguna
untuk mengelola file atau dokumen. Mirip dengan kegunaan Windows Explorer pada Microsoft Windows. Dengan file manager ini, kita dapat dengan mudah :
·
Beralih antar blok device
·
Membuat direktori atau folder
·
Mengopi file/dokumen/folder.
·
Mengubah nama file/dokumen/folder
·
Menghapus file/dokumen/folder
·
Membuka suatu folder atau program
·
Menjalankan program
·
Membuat Shortcut File Folder
·
Dan sebagainya
Berikut ini penjelasan masing-masing direktori :
|
Direktori
|
Keterangan
|
|
/
|
Direktori root, induk bagian teratas hierarki direktori
|
|
/bin
|
Tempat menampung
perintah (executable) linux standar
|
|
/usr
|
Berisi semua program aplikasi
|
|
/home
|
Direktori pribadi untuk tiap-tiap user
|
|
/mnt
|
Mengakses floppy dan cdrom
|
|
/selinux
|
Berisi konfigurasi untuk security fedora
|
|
/etc
|
Tempat menampung
file konfigurasi dan sistem administrasi
|
|
/dev
|
Berisi informasi seluruh piranti sistem (khusus peripheral)
|
|
/tmp
|
Berisi file-file sementara
|
|
/lib
|
Share library
|
|
/boot
|
Untuk menyimpan kernel bagi linux
|
3.
BEKERJA DI TERMINAL ATAU CONSOLE
Selain
bekerja
dengan
modus
grafis, Anda
juga dapat bekerja dengan
modus
teks di
lingkungan X Window. Untuk mengaktifkan
emulasi terminal console
di desktop,
Anda dihadapkan
pada terminal
console dari user yang sedang login saat ini.
Apabila Anda memilih terminal atau console, maka muncul prompt/shell, sesuai dengan nama user yang sedang login. Misalnya user
”imi”, bentuk promp-nya menggunakan tanda dolar ($).
Bila Anda menghendaki login dengan terminal super user (root),
Anda dapat mengubah user
tersebut dengan memberikan perintah ”su”, sehingga akan meminta Anda untuk
memasukkan password root. Setelah
Anda memasukkan password dan
menekan enter, muncul promp atau shell untuk user root, dengan tanda pagar (#).
VI.
DAFTAR PUSTAKA
2.
chubbyz88.files.wordpress.com/2007/09/modul1.doc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar